• Senin, 3 Oktober 2022

Suplai Gas Tercukupi, BRT Semarang Kini Terkendala Maintenance Komponen dan Teknisi

- Rabu, 3 Agustus 2022 | 10:46 WIB
Armada BRT Trans Semarang saat mengisi bahan bakar gas di salah satu SPBG. (Kabarku.net / Foto : Humas BRT Trans Semarang)
Armada BRT Trans Semarang saat mengisi bahan bakar gas di salah satu SPBG. (Kabarku.net / Foto : Humas BRT Trans Semarang)

SEMARANG, KABARKU.NET - Pasca beroperasinya 3 (tiga) Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) di Kota Semarang. Di antaranya SPBG Kaligawe, Mangkang, dan Penggaron.

Kini, Pemerintah Kota Semarang akan lebih konsisten mengurangi dampak wilayah akibat emisi karbon. Hal ini sejalan dengan strategi Indonesia menuju nol karbon pada 2060.

Kendati demikian, sebelumnya, terdapat kelebihan dan kekurangan dalam pelaksanaan program SPBG di Indonesia salah satunya di Kota Semarang.

Penggunaan SPBG yang dapat di akses kendaraan umum atau pribadi, masih terkendala dalam pelayanan suplai hingga komponen konverter kit tangki bahan bakar gas.

Baca Juga: Nadzif Ulfa Terpilih Jadi Ketua DPW Ipkemindo Jateng 2022-2025

Kepala BLU Trans Semarang, Hendrix menyampaikan bahwa saat ini armadanya masih menggunakan mix BBM. Yakni 70% solar dan 30% gas.

Hal itu, dikatakan sudah sejalan dengan kajian dan referensi dari Pertamina dan PGN. Dalam menilai titik aman tangki konverter gas, hibah dari Toyama Jepang pada 2018 lalu.

Ia menceritakan awalnya, ditahun tersebut belum mengenal SPBG, namun baru ada Mobile Refueling Unit (MRU) dan Gas Transport Module (GTM).

Baca Juga: Truk Tanki BBM Alami Kecelakaan di Turunan Tajam Tanah Putih Semarang, Kernet Tewas

"Karena ketika itu suplai GTM dari luar kota, dan terkendala suplai tidak lancar. Maka referensinya, kami memakai mix BBM hingga sekarang," jelas Hendrix dikantornya, Selasa (2/7/2022).

Halaman:

Editor: Moh Wahyu Hamijaya

Sumber: Liputan Khusus

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kebakaran Landa Rumah Warga Tambakrejo Semarang

Senin, 3 Oktober 2022 | 15:28 WIB
X