• Sabtu, 25 Juni 2022

Penjara Terasa Pondok Pesantren, Napi Lapas Kelas I Semarang Belajar Mengaji Alquran

- Senin, 20 Juni 2022 | 06:56 WIB
Penjara Terasa Pondok Pesantren, Napi Lapas Kelas I Semarang Belajar Mengaji Alquran  (Kabarku.net/dok. Humas Lapas Kelas 1 Semarang)
Penjara Terasa Pondok Pesantren, Napi Lapas Kelas I Semarang Belajar Mengaji Alquran (Kabarku.net/dok. Humas Lapas Kelas 1 Semarang)

SEMARANG, KABARKU.NET - Berada di balik jeruji besi, tidak membuat narapidana Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Semarang mengabaikan kewajiban ibadah.

Para narapidana (napi) tetap melaksakana ibadah dan terus menimba ilmu keagamaan dengan belajar mengaji Alquran yang digelar secara rutin pihak Lapas Kelas 1 Semarang.

Kegiatan mengaji Alquran digelar setelah senam bersama yang dipusatkan di lapangan serbaguna Lapas Kelas 1 Semarang. Setelah selesai senam, para narapidana (napi) beragama muslim kemudian melaksanakan salat dhuha dan pengajian kelas Iqra dan Alquran.

Baca Juga: Kabid Humas Jateng Tegaskan Video Pengendara Pakai Sandal Jepit Ditilang Hoax, Polri Tak Lakukan Tilang

Mengaji Alquran selain dipusatkan di Masjid At Taubah di lingkungan Lapas, juga di lakukan pada masing-masing pendopo padepokan blok, mulai dari padepokan Abimanyu hingga Lesmana yang berjumlah dua belas blok hunian.

Kepala Lapas Kelas 1 Semarang, Tri Saptono Sambudji mengatakan kegiatan mengaji tujuannya untuk bekal agama, para napi juga diberikan program khusus pendidikan baca Alquran secara tepat dan cepat, agar setelah mereka bebas bisa membaca Alquran dengan baik.

“Setiap pagi kita rutinkan olahraga, lalu salat dhuha, terus lanjut ngaji bersama. Hal ini untuk mengurangi niat jahat dan membekali narapidana. Beberapa penghuni lapas dibagi menjadi beberapa kelompok karena masih banyak yang belum lancar membaca Alquran,” kata Tri Saptono kepada wartawan, Sabtu 18 Juni 2022.

Baca Juga: Hendi Siapkan Program Nikah Massal Gratis Setiap Tahun di Kota Semarang

Kegiatan mengajian dilaksanakan selama enam hari dalam sepekan, libur pada hari Minggu. “Jadi mereka disibukkan menjadi santri bukan menjadi orang jahat,” ujarnya.

Halaman:

Editor: Moh Fahmi Ins

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Eko Indra ‘Master Mesin’ Warga Semarang

Jumat, 17 Juni 2022 | 17:38 WIB
X