• Sabtu, 25 Juni 2022

Mendag Kembali Absen, Ketika DPR RI Bahas 4 Permasalahan

- Rabu, 16 Maret 2022 | 19:06 WIB
Mendag Kembali Absen, Ketika DPR RI Bahas 4 Permasalahan (Kabarku.net / Dok. Oji dpr.go.id)
Mendag Kembali Absen, Ketika DPR RI Bahas 4 Permasalahan (Kabarku.net / Dok. Oji dpr.go.id)

JAKARTA, KABARKU.NET - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI melaksanakan rapat gabungan antar komisi. Diantaranya Komisi VI, IV, dan VII, pada Selasa siang, 15 Maret 2022. Rapat tersebut membahas 4 permasalahan lintas sektor.

Di dalam rapat, turut hadir Menteri Pertanian, Menteri Perindustrian, dan Menteri ESDM, di Ruang Rapat Bamus DPR RI, Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta. Disebut dalam undangan rapat, Menteri Perdagangan (Mendag) kembali absen.

Pimpinan DPR RI Koordinator Bidang Industri dan Pembangunan (Korinbang), sekaligus Wakil Ketua DPR RI, Rachmat Gobel dalam rapat tersebut menekankan kasus kelangkaan minyak goreng yang sudah meluas di masyarakat.

Baca Juga: Kolaborasi Pulihkan Ekonomi, Tiga Pemerintah Daerah Diskusi di Bincang Pagi

Rahmat Gobel mengatakan, hal itu dapat berdampak ke persoalan politik dan keamanan. Sehingga, DPR RI pertimbangkan akan membentuk Pansus Minyak Goreng untuk menjawab keresahan masyarakat.

“Saya akan menyarankan, akan mempertimbangkan untuk dibawa ke Pansus saja. Karena isunya ini, isu besar sehingga akan dibahas lintas fraksi nantinya,” ucap Gobel dalam rapat gabungan.
 
Dijelaskan Rachmat Gobel, selama dua tahun terakhir, perekonomian masyarakat miskin terpukul. Karena adanya pandemi sehingga banyak orang kehilangan pekerjaan.

Baca Juga: Industri Batik, Dinilai LPEI Punya Potensi Menyerap Tenaga Kerja Tinggi

Selain itu, lanjutnya masyarakat kelas menengah juga ikut kesulitan karena banyaknya kasus yang muncul, mulai dari pinjaman online, ilegal trading, dan sebagainya.
 
Sedangkan, menurut Rachmat menjelang bulan puasa, harga mulai merangkak naik. Padahal, pendapatan masyarakat kian berkurang. Karena itu, pembentukan pansus dapat meluas kepada persoalan tata niaga perdagangan di Indonesia.
 
“Ini kesempatan untuk kita bicara semuanya, dari mulai hulu sampai hilir langkah apa yang harus kita ambil. Logikanya, kita punya lahannya, kita punya pabriknya, kok tidak bisa isi pasar domestik," tandasnya.

Baca Juga: Bahas Kerja Sama, Dubes Australia Mengaku Nyaman di Kota Semarang

Halaman:

Editor: Moh Wahyu Hamijaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Relawan Muda Tim 7, Satu Sikap 2024 Bersama Jokowi

Minggu, 12 Juni 2022 | 07:23 WIB

PKS Jateng Gelar Workshop Siapkan Caleg Perempuan

Minggu, 12 Desember 2021 | 21:45 WIB
X