• Sabtu, 25 Juni 2022

Pesantren Duta Aswaja Kudus Gelar Haflah Akhirussanah, Lepas Santri Kelas Akhir

- Senin, 20 Juni 2022 | 11:05 WIB
Pengasuh Pesantren Duta Aswaja Kudus  KH Moch Tho'at berfoto bersama dengan santri yang dilepas . ( foto  istagram)
Pengasuh Pesantren Duta Aswaja Kudus KH Moch Tho'at berfoto bersama dengan santri yang dilepas . ( foto istagram)

KUDUS, KABARKU.NET –  Pengasuh Pondok Pesantren Addainuriyah 2 Kelurahan Gemah Kecamatan Pedurungan Kota Semarang, KH. Dzikron Abdullah, mengingatkan kepada para santri dan wali santri agar jangan pernah membangga-banggakan kelebihannya yang dimiliki. Dalma kondisi apapun santri  wali santari jangan sombong apa yang dimiliki, termasuk ilmu dan hafal Al Quran.

“Jangan pernah sombong, bisa menjadi hafidz, menjadi orang sukses, jangan pernah ada kesombongan sedikitpun, jangan pernah membangga-banggakan, terutama orang tua jangan pernah ada kesombongan sedikit pun atas kesuksesan anak,” kata Kiai Dzikron saat memberikan mauidzoh hasanah saat acara Haflah Akhirussanah di Pondok Pesantren Duta Aswaja Kudus beralamat di  Jalan Ngasinan No. 05 Panjang, Panjang, Kecamatan Bae Kabupaten Kudus Ahad (19/6/2022) pagi.

Haflah Akhirussanah adalah serangkaian kegiatan akhir tahun Pesantren, yakni wisuda santri kelas akhir, pengambilan raport, pemberian sertifikat dan penghargaan santri berprestasi dan penjemputan kepulangan santri, dan sekaligus melepas santri kelas akhir.

Baca Juga: Pendaftaran Beasiswa SDM Sawit 2022 Telah Dibuka, Kesempatan Kuliah Gratis Bagi Generasi Muda

Pada kesempatan itu, juga dilakukan acara pemberian sertifikat dan penghargaan bagi para santri yang berprestasi, yakni para santri yang bisa memenuhi target hafalan Al Qur'an 5 juz dalam 1 tahun, 10 juz dalam 2 tahun dan 15 juz dalam 3 tahun.

Hadir dalam acara tersebut, Pengasuh Pondok Pesantren Duta Aswaja, KH. Moch Tho’at beserta istri, seluruh dewan guru, ustadz, wali santri dan santri. 

Disisi lain, Kiai Dzikron juga berpesan kepada santri agar tetap hormat dan memuliakan orang tua dan guru. Selain itu, para guru juga harus selalu ikhlas dalam mengajar.

“Para santri semua, carilah ridhonya kiai, guru. Muliakanlah, hormat, dan khidmah-lah kepada guru, terutama kepada orang tua, ” pesan Ketua Idaroh Wustho Jam'iyyah Ahlith Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyyah (JATMAN) Jawa Tengah ini sambal menceritakan kisah KH Hasyim Asy'ari saat mondok di Madura.

Baca Juga: SMP Muhammadiyah PK Kottabarat Solo Wisuda 91 Siswa Kelas IX

Halaman:

Editor: Saefudin K

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Undip Kukuhkan Delapan Guru Besar Sekaligus

Rabu, 15 Juni 2022 | 05:58 WIB

Sombong, Iri, dan Serakah Sumber Dosa Manusia

Senin, 9 Mei 2022 | 08:14 WIB
X