Unisri Hadirkan Gusti Puger Untuk Kenalkan Budaya Jawa Kepada Mahasiswa PPMM

- Rabu, 19 Januari 2022 | 22:19 WIB
Unisri Hadirkan Gusti Puger Untuk Kenalkan Budaya Jawa Kepada Mahasiswa PPMM (Kabarku.net/dok. Humas Unisri Solo)
Unisri Hadirkan Gusti Puger Untuk Kenalkan Budaya Jawa Kepada Mahasiswa PPMM (Kabarku.net/dok. Humas Unisri Solo)

SOLO, KABARKU.NET - Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Solo menggelar seminar ‘Pengenalan Kesenian Tradisional Jawa’ dengan narasumber Budayawan Keraton Kasunanan Surakarta, KGPH Puger.

Menurut ketua pelaksana kegiatan, Andri Astuti seminar merupakan salah satu rangkaian acara Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PPMM) yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek).

Sebagai perguruan tinggi penerima pertukaran mahasiswa merdeka dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, Unisri berusaha mengenalkan budaya Jawa kepada mahasiswa yang berasal dari luar Jawa.

Baca Juga: Luar Biasa, 22 Santri Ponpes Fadhlul Fadhlan Semarang Khatam Hafal Alquran 30 Juz Dalam Waktu 6 Bulan

Tujuan kegiatan, lanjut Andri, untuk memberikan pemahaman yang terkait keragaman budaya di Indonesia sehingga bisa menumbuhkan rasa saling menghormati dan memiliki rasa toleransi yang tinggi.

“Dengan menghadirkan narasumber Kanjeng Gusti Pangeran Haryo (KGPH) Puger, kami berharap mahasiswa luar Jawa bisa mengenal keragaman budaya Jawa,” katanya di sela acara Senin 17 Januari 2022.

Rektor Unisri, Prof  Sutardi dalam sambutan saat membuka acara menyataan, bersyukur adanya PPMM karena bisa dipertemukan dengan mahasiswa dari dari Sabang sampai Merauke.

Baca Juga: Kabupaten Temanggung Terima 26.520 Dosis Vaksin Booster

“Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhineka Tunggal Ika merupakan pilar yang sangat ampuh yang bisa menjadi perekat dan pemersatu bangsa,” ujarnya.

Sementara, GKPH Puger yang biasa dipanggil Gusti Puger menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat perlu dilaksanakan agar membangkitkan jiwa peserta untuk lebih mengenal kesenian dan mampu berkarya.

Baca Juga: Varian Omicron Lebih Mudah Menular Namun Memiliki Gejala Yang Lebih Ringan

“Serta untuk melestarikan budaya Jawa dan mengenalkan nilai-nilai dasar dalam kebudayaan tradisional diharapkan kesenian ini mampu menjadi trobosan yang baru dalam dunia modern,” kata Gusti Puger. ***

Editor: Moh Fahmi Ins

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X