• Senin, 3 Oktober 2022

Tekan Angka Kemiskinan, Pembangunan Industri Manufaktur di Brebes Tetap Berjalan

- Kamis, 4 Agustus 2022 | 11:40 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menjadi keynote speech puncak acara Forum Perumusan Analisis dan Rekomendasi Kebijakan Jawa Tengah (Pusaka Jateng) di Kota Semarang, Rabu 3 Agustus 2022 (Foto: Humas Pemprov Jateng)
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menjadi keynote speech puncak acara Forum Perumusan Analisis dan Rekomendasi Kebijakan Jawa Tengah (Pusaka Jateng) di Kota Semarang, Rabu 3 Agustus 2022 (Foto: Humas Pemprov Jateng)

KABARKU.NET-Pembangunan industri manufaktur di wilayah barat Jawa Tengah masih terus diupayakan sebagai langkah untuk menurunkan angka kemiskinan.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan pembangunan industri manufaktur di wilayah barat Jawa Tengah tetap berjalan.

Meskipun, menurutnya, pembangunan industri manufaktur tidak lagi masuk proyek strategis nasional.

"Sekarang masih berjalan cuma sekarang tidak masuk dalam program atau proyek strategis nasional. Kita mau teruskan itu tapi itu menjadi proyek swasta saja karena waktu itu tidak terlalu kompetitif dibandingkan yang di Batang," katanyar usai menjadi keynote speech puncak acara Forum Perumusan Analisis dan Rekomendasi Kebijakan Jawa Tengah (Pusaka Jateng) di Hotel Tentrem, Kota Semarang, Rabu 3 Agustus 2022.

Baca Juga: Dorong Desa Mandiri Energi, Pemprov Jawa Tengah Salurkan 270 Digester Biogas

Dalam acara itu Ganjar Pranowo menjelaskan bagaimana rencana pembangunan kawasan industri di Brebes tidak lagi menjadi proyek strategis nasional karena kalah kompetitif dengan Batang.

Salah satu faktornya adalah banyak makelar tanah yang bermain sehingga harga tanah atau lahan di Brebes melonjak. Padahal kebutuhan kawasan industri di wilayah itu sangat diperlukan untuk menyerap tenaga kerja dan menurunkan kemiskinan

"Sekarang masih bicara lahan dulu. Maka saya minta dorongan kepada pemerintah daerah, khususnya di Brebes. Bisa tidak mencari lokasi tanah yang harganya tidak terlalu tinggi sehingga menarik untuk investor dan akan menyerap banyak tenaga kerja," paparnya.

Kebutuhan industri manufaktur yang berhubungan dengan penurunan kemiskinan juga dikonfirmasi oleh karya dari juara 1 call for paper Forum Pusaka Jateng.

Halaman:

Editor: Joko Sulistyo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Atasi Kelangkaan Solar, Ganjar Turunkan Tim

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 06:06 WIB

DKP Beri Bantuan Excavator untuk Kelompok Subur Makmur

Selasa, 27 September 2022 | 18:40 WIB
X