• Senin, 8 Agustus 2022

Nguri-Uri Budoyo, Paguyuban Satrio Setyo Manunggal Rangkul Anak Muda Cinta Budaya Indonesia

- Senin, 20 Juni 2022 | 00:02 WIB
Nguri-Uri Budoyo, Paguyuban Satrio Setyo Manunggal Rangkul Anak Muda Cinta Budaya Indonesia (Kabarku.net / Nor Rochman)
Nguri-Uri Budoyo, Paguyuban Satrio Setyo Manunggal Rangkul Anak Muda Cinta Budaya Indonesia (Kabarku.net / Nor Rochman)

SEMARANG, KABARKU.NET - Kesenian tradisional kini kian berkembang, hal itu terbukti dengan banyak berdirinya sanggar-sangar dan paguyuban Seni Tradisional baru di Indonesia.

Kemajuan jaman saat ini, tidak membuat kesenian tradisional punah. Terlihat masih banyaknya masyarakat serta kawula muda pecinta seni, peduli ikut menjaga, serta mengembangkannya.

Seperti yang di lakukan Paguyuban Satrio Setyo Manunggal Budoyo, yang beralamat di Ngrawan Kidul Rt.5/Rw.4, Ngrawan Kidul Bawen, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.

Sanggar atau paguyuban yang berdiri pada 11 Mei 2022 itu, memang tergolong masih sangat baru.

Baca Juga: Hendi Siapkan Program Nikah Massal Gratis Setiap Tahun di Kota Semarang

Namun uniknya, Paguyuban Seni Tradisional yang didirikan tak hanya soal belajar cara menari, melainkan juga mengedukasi anak muda tentang sejarah kebudayaan.

"Kami ingin nguri-uri budoyo sekaligus wadah bagi para pecinta seni tari dan jaran kepang bagi anak muda," kata Pendiri Paguyuban Satrio Setyo Manunggal, Kristin Smuki kepada Kabarku.net, Minggu (19/6).

Selain menjadi wadah untuk anak muda, Kristin menjelaskan bahwa tujuan terbentuknya Sanggar atau Paguyuban Satrio Setyo Manunggal untuk merangkul seluruh pecinta seni.

Baca Juga: Tahun Ajaran 2022/2023, Pemprov Jateng Buka 15 SMK Semi Boarding untuk Siswa Miskin Berprestasi

"Di Kabupaten Semarang ini kan banyak anak muda nganggur, ada yang kerja juga, eh dari pada melakukan hal-hal negatif, ya kita rangkul. Termasuk pecinta seni kuda lumping juga kita rangkul," jelasnya.

Halaman:

Editor: Moh Wahyu Hamijaya

Sumber: Tim Kabarku.net / Nor Rochman

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X