• Senin, 8 Agustus 2022

Gandeng Tokoh Agama, Pemprov Jateng Gencar Kampanyekan Stop Konsumsi Daging Anjing

- Selasa, 14 Juni 2022 | 12:16 WIB
Sekda Jawa Tengah Sumarno saat memberikan sambutan dalam acara Dog Meat Free Indonesia (DMFI) International Veterinary Training, di Hotel PO Semarang, Senin 13 Juni 2022 (Foto: jatengprov.go.id)
Sekda Jawa Tengah Sumarno saat memberikan sambutan dalam acara Dog Meat Free Indonesia (DMFI) International Veterinary Training, di Hotel PO Semarang, Senin 13 Juni 2022 (Foto: jatengprov.go.id)

KABARKU.NET-Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggandeng tokoh agama terus mengampanyekan kepada masyarakat untuk tidak mengonsumsi daging anjing.

Sekretaris Daerah Jawa Tengah Sumarno, meminta keterlibatan berbagai pihak seperti pendakwah, Kementerian Agama, Dinas Kesehatan, serta penggiat dan pecinta anjing untuk kampanye dan mengedukasi masyarakat.

Menurutnya, berbagai pihak tersebut diharapkan ikut mengedukasi masyarakat agar berhenti mengonsumsi daging anjing.

Baca Juga: Ganjar Pranowo Minta Masyarakat Tidak Konsumsi dan Jual Daging AnjingBaca Juga: Ganjar Pranowo Minta Masyarakat Tidak Konsumsi dan Jual Daging Anjing

“Problemnya adalah bagaimana mengedukasi masyarakat, karena mereka mengonsumsi bukan dalam rangka sekadar makan, tetapi itu dianggap sebagai jamu. Sehingga butuh upaya bagaimana kita mengedukasi. Kami juga mendorong edukasi kepada masyarakat dengan pendekatan sisi agama,” ujarnya seperti dilansir dari jatengprov.go.id Selasa 14 Juni 2022.

Sumarno menambahkan, keterlibatan ulama atau pendakwah dinilai penting untuk mencegah maraknya konsumsi perdagangan anjing di berbagai daerah.

Terlebih dalam hukum agama Islam mengonsumsi daging anjing adalah haram sehingga kolaborasi antara ulama dan Dog Meat Free Indonesia (DMFI) perlu dilakukan agar masyarakat tidak lagi mengkonsumsi daging anjing.

Baca Juga: Retribusi Parkir Kota Semarang, Diprediksi Meningkat Dua Kali Lipat

“Nanti bisa kolaborasi. Teman-teman dari DMFI bisa menjelaskan dari sisi ilmiah tentang bahaya mengkonsumsi daging anjing, juga dari Kemenag dan dai melakukan pendekatan dari sisi agama. Sehingga ada penjelasan dari dua sisi, yakni sisi ilmiah dan agama jadi lebih efektif dalam mencegahnya,” paparnya.

Halaman:

Editor: Joko Sulistyo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X