• Minggu, 28 November 2021

Budidaya Maggot, Memiliki Nilai Ekonomi dan Atasi Persoalan Sampah Organik

- Senin, 25 Oktober 2021 | 15:22 WIB
Budidaya Maggot, Memiliki Nilai Ekonomi dan Atasi Persoalan Sampah Organik (Poto: Dok Humas Pemprovjateng)
Budidaya Maggot, Memiliki Nilai Ekonomi dan Atasi Persoalan Sampah Organik (Poto: Dok Humas Pemprovjateng)

KABARKU.NET-Budidaya Maggot atau larva lalat tentara hitam (black soldier fly/ BSF) yang dikembangkan oleh warga Desa Kalisapu, Slawi, Kabupaten Tegal dinilai sangat efektif untuk mengurai sampah dan memiliki nilai jual tinggi diolah menjadi pakan ternak.

Menurut Afifudin, pelaku budidaya Maggot di Desa Kalisapu, Slawi Kabupaten Tegal, budidaya tersebut bisa menjadi salah satu solusi atas persoalan tumpukan sampah organik.

Produksi Maggot tergolong sederhana yaitu sampah yang berasal dari pasar terlebih dulu dipilah, dan dimasukkan ke ember-ember tertutup, sehingga tidak terlalu menimbulkan bau.

Selanjutnya, difermentasi dan dua sampai tiga hari kemudian diberikan untuk pakan Maggot.

Baca Juga: Indonesia Berpeluang Jadi Pemain Utama Ekonomi Syariah dan Industri Halal Dunia

“Untuk menghasilkan 50 kg Maggot per hari, dibutuhkan sampah organik sebanyak 500 kg,” tuturnya.

Untuk memenuhi kebutuhan itu, lanjutnya, dia mendapatkan sampah organik dari dua perumahan, dua pondok pesantren, dan kekurangannya mencari di pasar terdekat.

“Sisanya kekurangan (sampah) kami ke pasar. Ada kru kami, tiga orang, semua mantan anak jalanan, anak punk, ke pasar,” katanya.

“Sisanya kekurangan (sampah) kami ke pasar. Ada kru kami, tiga orang, semua mantan anak jalanan, anak punk, ke pasar,” katanya.

Halaman:

Editor: Joko Sulistyo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

UMP Jateng 2022 Ditetapkan, Naik 0,78 Persen

Minggu, 21 November 2021 | 08:02 WIB
X